Tangisan Para Sahabat Rasulullah
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakal."(QS. Al-Anfal: 2)
Pernahkah anda seumur hidup menangis karena Allah ? Menangisi dosa-dosa kita ? Menangisi kelemahan kita di hadapan Allah ? Kita tidak bisa tiba-tiba menangis karena Allah begitu saja, kita tidak bisa merencanakan tangisan ini, kita tidak bisa menangis sesuai keinginan kita. Akan tetapi tangisan ini, timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah, bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa. Tangan ini berangkat dari lembutnya hati. seperti tersebut dalam ayat diatas.
Hari-hari para sahabat dulu seringkali dihiasi dengan tangisan. Tangisan karena rasa raja', khouf dan mahabbah (harap, takut dan cinta). sebuah ayat yang kita anggap biasa, bisa menjadi pemicu tangisan mereka. Seperti firman Allah,
59. أَفَمِنْ هَٰذَا ٱلْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ
60. وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ
61. وَأَنتُمْ سَٰمِدُونَ
62. فَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعْبُدُوا۟ ۩
"Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitahuan itu ?; Dan kamu menertawakan dan tidak menangis ?; Sedang kamu melengahkannya ?; Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia."(An-Najm: 59-62)
Sebuah hadits dari Abu Hurairah menceritakan asbabu nuzul ayat tersebut: ketika turun ayat "afamin hadzal haditsi..." menangislah para sahabat (ahli shuffah) hingga mengalir air mata mereka membasahi pipi, dan ketika rasulullah mendengar tangisan mereka, maka kamipun menangis karena (terdorong oleh) tangisannya.
Beliau bersabda: Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak masuk surga orang yang terus menerus berbuat dosa. Sekiranya kamu tidak berdosa pasti Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa kemudian Dia mengampuni mereka.
Menurut ayat diatas, orang yang tidak mau menangis dengan ayat Allah dia adalah orang yang lalai. Karena itu orang yang tidak diragukan ketakwaan dan ketaatannya kepada Allah senantiasa mudah meneteskan air mata ketika mendengar Allah berfirman. Terutama bila ayat yang dibacakannya adalah yang berhubungan dengan teguran seperti ayat diatas ini. Karena itu ketika para sahabat pertama kali mendengar ayat ini dibacakan merekapun menangis karena kelembutan hati mereka. Bagaimanakah dengan kita ?
Pernahkah anda seumur hidup menangis karena Allah ? Menangisi dosa-dosa kita ? Menangisi kelemahan kita di hadapan Allah ? Kita tidak bisa tiba-tiba menangis karena Allah begitu saja, kita tidak bisa merencanakan tangisan ini, kita tidak bisa menangis sesuai keinginan kita. Akan tetapi tangisan ini, timbul karena takut kepada Allah, bergetar hatinya karena nama Allah, bergetar hatinya karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang ia lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa. Tangan ini berangkat dari lembutnya hati. seperti tersebut dalam ayat diatas.
Hari-hari para sahabat dulu seringkali dihiasi dengan tangisan. Tangisan karena rasa raja', khouf dan mahabbah (harap, takut dan cinta). sebuah ayat yang kita anggap biasa, bisa menjadi pemicu tangisan mereka. Seperti firman Allah,
59. أَفَمِنْ هَٰذَا ٱلْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ
60. وَتَضْحَكُونَ وَلَا تَبْكُونَ
61. وَأَنتُمْ سَٰمِدُونَ
62. فَٱسْجُدُوا۟ لِلَّهِ وَٱعْبُدُوا۟ ۩
"Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitahuan itu ?; Dan kamu menertawakan dan tidak menangis ?; Sedang kamu melengahkannya ?; Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia."(An-Najm: 59-62)
Sebuah hadits dari Abu Hurairah menceritakan asbabu nuzul ayat tersebut: ketika turun ayat "afamin hadzal haditsi..." menangislah para sahabat (ahli shuffah) hingga mengalir air mata mereka membasahi pipi, dan ketika rasulullah mendengar tangisan mereka, maka kamipun menangis karena (terdorong oleh) tangisannya.
Beliau bersabda: Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak masuk surga orang yang terus menerus berbuat dosa. Sekiranya kamu tidak berdosa pasti Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa kemudian Dia mengampuni mereka.
Menurut ayat diatas, orang yang tidak mau menangis dengan ayat Allah dia adalah orang yang lalai. Karena itu orang yang tidak diragukan ketakwaan dan ketaatannya kepada Allah senantiasa mudah meneteskan air mata ketika mendengar Allah berfirman. Terutama bila ayat yang dibacakannya adalah yang berhubungan dengan teguran seperti ayat diatas ini. Karena itu ketika para sahabat pertama kali mendengar ayat ini dibacakan merekapun menangis karena kelembutan hati mereka. Bagaimanakah dengan kita ?

Comments
Post a Comment